Sejarah Sumedang sebagai Kota Kuno di Jabar, Ada Hubungan Kuat dengan Kerajaan Galuh
Pusat kota Sumedang juga dirancang pada masa ini. Sebelum Bandung dibangun pada abad ke-19, Sumedang adalah salah satu pusat budaya Sunda yang penting.
Pangeran Aria Soeriaatmadja (Bupati Sumedang pada tahun 1882–1919), atau berjuluk Pangeran Mekkah, karena wafat di Makkah Ketika Pakubuwana I harus memberikan konsesi kepada VOC, wilayah kekuasaan Sumedang diberikan kepada VOC, yang kemudian dipecah-pecah. Wilayah Sumedang pun menjadi seperti yang dikenal pada masa kemerdekaan Indonesia sekarang.
Sejarah Sumedang tak terlepas dari ciri khas sebagai kota kuno Pulau Jawa yang disebut Catur Gatra Tunggal, yaitu terdapat alun-alun sebagai pusat kota yang dikelilingi masjid agung, penjara, dan kantor pemerintahan.
Di tengah alun-alun kota terdapat bangunan yang bernama Lingga, tugu peringatan yang dibangun pada tahun 1922. Dibuat oleh Pangeran Siching dari Negeri Belanda dan dipersembahkan untuk Pangeran Aria Suria Atmaja atas jasa-jasanya dalam mengembangkan Kabupaten Sumedang.
Lingga diresmikan pada tanggal 22 Juli 1922 oleh Gubernur Jenderal Mr. Dr. Dirk Fock. Sampai saat ini Lingga dijadikan lambang daerah Kabupaten Sumedang dan tanggal 22 April diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Sumedang.