Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 13 Juni 2026, Cek Lokasinya
Advertisement . Scroll to see content

Sedekah Oksigen di Bandung, Berawal dari Status WA Jadi Gerakan Kemanusiaan

Kamis, 12 Agustus 2021 - 21:43:00 WIB
Sedekah Oksigen di Bandung, Berawal dari Status WA Jadi Gerakan Kemanusiaan
Relawan Sekedah Oksigen mengantarkan tabung oksigen untuk warga yang membutuhkan. (Foto: iNews/Mujib Prayitno)
Advertisement . Scroll to see content

Rama, relawan Sedekah Oksigen mengatakan, dirinya tergugah membantu mendistribusikan dan memasang oksigen karena prihatin dan empati melihat banyak warga yang kesulitan mendapatkan pertolongan.
 
"Aksi ini didorong dan didasari oleh rasa kamanusiaan yang muncul saat masyarakat kesulitan mendapatkan oksigen dan tabungnya. Bermula dari status WhatsApp dari Undang, tokoh masyarakat Kelurahan Palasari, banyak anak muda yang terpanggil dan menyumbangkan waktu dan tenaga untuk memberikan bantuan lebih luas," kata Rama.

Undang Syarif, tokoh masyarakat Palasari mengatakan, tak hanya tabung oksigen, bantuan pun datang berupa alat pelindung diri (APD) untuk relawan, dan uang.

"Awalnya, tim relawan hanya memiliki dua tabung yang dibeli dengan harga cukup mahal hasil dari sumbangan pribadi. Seiring semakin bertambahnya kebutuhan saat puncak pandemi, setiap relawan sepakat membagikan aktivitas mereka di media sosial masing-masing. Hasilnya, sumbangan pun berdatangan," kata Undang.

Saat ini, tim relawan bertanggung jawab atas donasi sembilan tabung oksigen lengkap dengan perlengkapan pernapasan. "Gerakan kemanusiaan ini bukan tanpa risiko. Beberapa anggota tim  sempat terpapar covid 19 karena di awal terbentuk mereka belum memiliki perlengkapan yang memadai," ujar Undang.

Sementara itu, Henih Rahmani, inisiator Gerakan Sedekah Oksigen mengatakan, donasi dari para donatur dipastikan akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Saat ini, meskipun masyarakat yang membutuhkan oksigen menurun namun para relawan terus kebanjiran donasi. 

"Bahkan para pasien yang sempat mendapatkan bantuan kini menjadi donatur. Di saat kesulitan melanda sesama, selalu saja ada hati yang tergerak untuk memberikan bantuan," kata Henih.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut