Sebut KLB Dagelan, DPC-DPD Demokrat se-Jabar Serukan Delegitimasi
Oleh karenanya, lanjut Asep, sebagai upaya awal untuk melakukan pencegahan atas kondisi yang terjadi sekaligus melakukan upaya deligitimasi yang maksimal atas KLB dagelan tersebut, maka seluruh DPC dan DPD Partai Demokrat se-Jabar sepakat membuat surat pernyataan tersebut dengan segala konsekuensi hukum yang menyertainya.
"Jadi, apabila di antara kelompok politisi liar ada yang mengklaim sebagai utusan dan pemilik suara sah dari pengurus Partai Demokrat di Jawa Barat dalam forum KLB jadi-jadian itu, maka bisa dipastikan bahwa semua itu adalah bohong dan bisa juga diduga mereka melakukan upaya manipulasi yang dapat dituntut secara hukum," kata Asep.
Pihaknya pun menyerukan kepada seluruh pengurus DPC dan DPD Partai Demokrat di seluruh Indonesia melakukan hal yang sama. Dia menekankan, upaya ini perlu dilakukan agar upaya deligitimasi dari para pemilik suara sah menjadi optimal.
"Sekaligus memberikan pesan yang kuat kepada negara bahwa KLB yang diselenggarakan oleh kelompok politisi liar itu adalah abal-abal dan dagelan yang amat tidak lucu karena tak dihadiri oleh pemilik suara sah yang sesungguhnya," katanya lagi.
Berdasarkan alasan tersebut, pihaknya juga menyatakan agar pihak berwajib membubarkan KLB dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tidak boleh melakukan pengesahan apapun atas penyelenggaraan KLB dagelan itu.
"Pihak berwajib harus membubarkan acara itu dan Kemenkumhan tidak boleh mengesahkan apapun hasil dari KLB liar yang kita anggap sebagai produk dari para penjahat demokrasi," ucap dia.
Editor: Asep Supiandi