Satreskrim Polresta Bandung Kantongi Ciri Penabrak 2 Remaja di Nagreg
"Mobilnya Isuzu Panther warna hitam nomor B 300 I kalau gak salah. Itu dari informasi orang-orang di sekitar lokasi kejadian," ujar Etes.
Etes menuturkan, keluarga mendapat kabar Handi Saputra mengalami kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung pada Rabu (8/12/2021) malam. Saat itu, Etes sedang bekerja di Bandung.
Setelah menerima kabar duka tersebut, Etes dan keluarga berusaha mencari Handi selama 10 hari sejak Kamis 9 Desember hingga ditemukan di Banyumas, Jawa Tengah. Selama melakukan pencarian, keluarga berpencar ke beberapa kabupaten.
"Kami mencari berpencar, kadang 5 motor, 10 motor. Kami mencari di sekitaran Kabupaten Bandung, Garut, Sumedang, dan Majalengka. Terus ke rumah sakit besarnya, klinik 24 jamnya, dan puskesmas. Bahkan ke tempat pengobatan alternatif patah tulang saya cari ke situ. Barang kali dia (almarhum Handi) dibawa ke patah tulang," tuturnya.
Setelah 10 hari berlalu, kata Etes, keluarga mendapatkan informasi melalui grup WA adik almarhum Handi. Informasi menyebutkan ditemukan jenazah tanpa identitas di Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Keluarga lantas berangkat ke Banyumas untuk memastikannya. Ternyata jenazah telah dimakamkan. Namun berdasarkan benda-benda yang melekat di tubuh jenazah itu identik dengan milik almarhum Handi, seperti kaus dan celana yang dikenakan. Selain itu, berdasarkan visum et repertum terdapat ciri fisik Handi, yaitu gigi gingsul.
"Harapan keluarga, mohon kepada bapak-bapak yang berwajib, saya mohon pelaku ditangkap dan dihukum setimpal dengan perbuatannya. Anak saya sampai meninggal," ucap Etes.
Editor: Agus Warsudi