Santri Terpapar Covid-19 di Pesantren Al-Qur'aniyyah Majalengka Jadi 50 Orang
Setelah muncul kasus tersebut, rutinitas santri di pesantren dihentikan untuk sementara. Kendati demikian, para santri yang negatif masih berada di lingkungan pesantren, dengan pengawasan yang ketat.
"Kegiatan santri sekarang di-off dulu, yang negatif dikarantina, tetap di pesantren tidak boleh pulang," kata dia.
Terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), Yuyut memastikan pesantrennya sudah memberlakukannya secara ketat. Hal itu sudah dilakukan sejak pandemi pertama kali terjadi.
"Sebetulnya di sini yang paling ketat dalam penerapan Prokes . Makanya di mana-mana ada peringatan pakai masker. Selama setahun kemarin ada Covid, di sini tidak bisa menerima tamu secara leluasa, sembarangan," ujarnya.
Bahkan, saat para santri kembali ke pesantren setelah mudik, lanjut dia, pihaknya berinisiatif untuk melakukan rapid test antigen. Saat itu, jelas dia, hasilnya nonreaktif.
"Sebenarnya setelah liburan, santri kita test antigen seluruhnya, dan nonreaktif. Ternyata Allah Maha Kuasa segalanya, dan kita hanya ikhtiar. Di sini ada 130 santri. Mudah-mudahan jadi pelajaran untuk pesantren lain, betapa pentingnya penerapan Prokes," ucap dia.
Editor: Asep Supiandi