Rumah Rusak akibat Blasting Tunnel 11 Kereta Cepat, Warga Padalarang Geruduk Lokasi Proyek
Warga sempat meminta aktivitas blasting dihentikan sampai ada jaminan keamanan dan keselamatan bagi mereka. Namun bukannya dihentikan, ledakan malah semakin menjadi sejak dua bulan terakhir ini.
Serta jaraknya semakin dekat dengan permukiman warga sehingga menambah kekhawatiran. "Getarannya kuat. Perabotan di rumah sampai bergetar dan waktu peledakan juga gak tentu," ujarnya.
Sementara Ketua RW 13 Kompleks Tipar Silih Asih, Rudianto menambahkan, dalam dua bulan terakhir ledakan semakin intens dilakukan di lokasi tunnel. Seperti pada tanggal 29 dan 31 Mei ada 11 kali ledakan dalam sehari dan guncangannya keras karena titik peledakan semakin dekat ke permukiman.
"Kerusakan rumah warga semakin parah. Kalau yang hanya retakan di lantai sama dinding itu hampir semua rumah. Tapi kalau yang parah ada sekitar 22 rumah," sebutnya seraya mengatakan warga akan menghadap Gubernur Ridwan Kamil untuk meminta solusi atas permasalahan ini.
Editor: Agus Warsudi