Ritual Mapag Tamba di Indramayu, Upacara Sakral Tolak Bala Pertanian
Pidri menyatakan, mapag tamba merupakan budaya lokal khas Indramayu, khususnya masyarakat agraris atau petani. Sejak zaman dahulu, tradisi ini selalu dilakukan petani untuk menjaga tanaman padi agar terhindar dari penyakit dan hama.
"Sampai sekarang tradisi ini masih terjaga, namun di beberapa wilayah memang sudah hilang. Oleh karenanya kita ingin agar mapag tamba bisa terpublikasikan luas agar tetap lestari," jelas dia.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu Uum Umyati mengatakan, pihaknya sangat mendukung inisiatif warga Desa Tugu melestarikan tradisi mapag tamba.
Disdikbud Indramayu akan mengusulkan festival mapag tamba agar terselenggara pada 2024. Mapag Tamba merupakan tradisi adat khas Indramayu yang memiliki makna mendalam, selain mapag sri, sekedah bumi, dan lain sebagainya.
"Insya Allah kami akan menyampaikan ke pimpinan, apalagi ini juga untuk kemajuan kebudayaan sendiri agar bisa dikenal oleh masyarakat luas," kata Kepala Disdikbud Indramayu.
Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Indramayu, Verra Primawah menambahkan, pihaknya juga sangat menyambut baik keinginan tersebut.
Jika bisa terselenggara, festival mapag tamba ini bakal menjadi yang pertama yang digelar di Indramayu. "Melalui festival ini, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar daerah untuk datang ke Indramayu. Ini potensi wisata budaya yang harus dipromosikan," kata Verra Primawah.
Editor: Agus Warsudi