Ridwan Kamil Tunggu Presiden Deklarasikan Pandemi Covid-19 Jadi Endemi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, kasus Covid-19 di Provinsi Jabar menunjukkan tren yang menurun. "Covid alhamdulillah setelah berhari-hari kemarin ranking satu, kemarin kita sudah turun ya. Terakhir kemarin di 3.000-an (kasus) sekian dari sebelumnya belas belas (ribuan)," ungkap Ridwan Kamil seusai peresmian Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja di kawasan Jalan Surapati, Kota Bandung, Selasa (1/3/2022).
Bahkan, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu memprediksi, pertengahan Maret 2022, jumlah kasus Covid-19 di Jabar akan semakin turun. "Feeling kami, pertengahan Maret kalau perhitungan matematis ya, itu tren turun kita akan sangat baik, sehingga yang penting sama saja warga tolong titip prokes saja," ujar Kang Emil.
Seiring kasus Covid-19 yang menurun, lanjut Kang Emil, rasio keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 juga mengalami penurunan. Dia menyebutkan, BOR RS rujukan Covid-19 di Jabar kini hanya tinggal 30 persen. "Kemudian BOR kita monitor rumah sakit masih sangat terkendali, di angka sekitar 30 persen," tutur Gubernur Jabar.
Kang Emil mengatakan bahwa pihaknya kini tengah menunggu pengumuman dari pemerintah pusat terkait perubahan kondisi pandemi menjadi endemi Covid-19. "Endemi itu artinya penyakit tidak hilang, tapi orang tidak perlu lagi panik seperti pandemi. Seperti kalau anda kena kayak flu kan? Ketika makan obat dan istirahat nanti sembuh. Nah Covid nanti akan begitu karena di Omicron tingkat fatalitasnya hanya 2 kali lipat dari flu, kalau Delta 3 kali lipat makanya yang fatal meninggal banyak," ucapnya.
Menurut Kang Emil, saat ini, pasien Covid-19 di Jabar umumnya dapat sembuh hanya dalam waktu dua hingga empat hari. Bahkan, kata Kang Emil, 96 persen pasien Covid-19 di Jabar kini cukup dirawat di rumah.
"Nah itulah fase endemi. Artinya, tinggal pengumuman proklamasi kapan, kalau sudah proklamasi kita gak pakai masker lagi. Berarti menyatakan si Covid sudah sama kayak flu. Tidak hilang, tapi sudah menjadi penyakit biasa yang tidak bikin panik dan fatal," ujar Kang Emil.
Editor: Agus Warsudi