Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertumbuhan Ekonomi Jabar Tertinggi di Pulau Jawa, BI Sebut Ini Faktor Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Ridwan Kamil Sebut Investasi Masuk Jabar Rp800 Triliun, Ekonomi Terus Bergerak

Rabu, 09 Agustus 2023 - 12:46:00 WIB
Ridwan Kamil Sebut Investasi Masuk Jabar Rp800 Triliun, Ekonomi Terus Bergerak
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada acara West Java Investment Summit (WJIS) 2023 di Convention Hall, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, Rabu (9/8/2023). (Foto: iNews.id/Arif Budianto)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Angka investasi masuk ke Jawa Barat dalam lima tahun terakhir tercatat lebih dari Rp800 triliun. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat, seiring banyaknya proyek investasi yang akan ditawarkan. 

"Selama lima tahun saya menjabat, kami sudah mendeliver lebih dari Rp800 triliun investasi di Jawa Barat. Rekornya tahun lalu mencapai Rp174 triliun. Uang sebanyak itu sudah mampu pergerakan ekonomi Jawa Barat," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada acara West Java Investment Summit (WJIS) 2023 di Convention Hall, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, Rabu (9/8/2023). 

Menurut dia, ada beberapa alasan kenapa Jawa Barat menjadi tujuan investasi. Pertama terkait kesiapan infrastruktur Jawa Barat. Saat ini ada sembilan proyek tol yang sedang dan telah dibangun. Kedua, Jabar responsif terhadap ekosistem investasi, dan kesiapan SDM dengan banyaknya universitas di Jawa Barat. 

"Bukti Jawa Barat responsif adalah dari sisi birokrasi semakin mudah. Dari izin pada 2018 hanya 7.000-an, melompat ke sekitar 25.000 di tahun 2022 ini. Artinya secepat itu dalam setahun perizinan kita diakses oleh masyarakat," katanya. 

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, menyampaikan, Indonesia merupakan tempat yang sangat prospektif bagi investor untuk berinvestasi. Hal tersebut didukung dengan kondisi jangka pendek diantaranya stabilitas internal dan eksternal, pertumbuhan ekonomi yang tumbuh prospektif, tingkat inflasi yang stabil dan terjaga, serta dukungan kebijakan fiskal yang pruden dan akomodatif. 

"Dalam jangka panjang, prospek investasi juga didukung dengan reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja, bonus demografi yang produktif, implementasi digitalisasi yang inklusif hingga pertumbuhan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan," katanya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut