Ridwan Kamil: Program OPOP Lokomotif Ekonomi Keumatan Jabar
Gubernur Jabar menuturkan, OPOP juga mendorong seluruh pondok pesantren (ponpes) untuk meningkatkan kualitas produk. Pasalnya, pasar produk ponpes kini tidak lagi hanya regional dan nasional, tetapi juga mulai go international, seperti ekspor jengkol dan produk fesyen dari peserta OPOP ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
"Kemarin sudah ekspor ke luar negeri. Kapan pesantren bisa ekspor? Alhamdulillah sekarang bisa, kita niatkan supaya mereka maju karena pada dasarnya, pesantren ini ada yang alumninya jadi kiai, kita doakan. Jadi konglomerat, guru, pemimpin, dasarnya adalah nyantri sesuai syariat Islam," tutur Gubernur Jabar.
Sementara itu, pengasuh Ponpes Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym menyambut baik program OPOP yang digagas Kang Emil. Aa Gym menilai, Kang Emil memberikan bukti memandirikan pesantren dari segi ekonomi.
"Sangat bagus dan terbukti bisa meningkatkan kualitas kemandirian. Bisa juga memperbanyak lapangan kerja dan mudah-mudahan pesantren semakin mandiri," kata Aa Gym.
Aa Gym berharap, jumlah pesantren yang mengikuti program OPOP bisa terus meningkat. Apalagi, pembinaan dan fasilitas yang diberikan sangat menguntungkan dan jelas dalam mengembangkan potensi.
"Harapannya lebih banyak lagi pesantren yang dilibatkan, dilatih, dibina, difasilitasi, supaya potensinya maksimal," ujarnya.
Adapun tiga pesantren terbaik yang menjadi juara OPOP pada 2021, yakni:
1. Pesantren Al-Furqon Hantara-Kuningan: Produk Cuka Kayu Merk Family.
2. Pesantren Sadang Lebang-Garut: Minuman Herbal Merk Gentong Mas.
3. Pesantren Thariqul Jannah-Kota Bekasi: Perdagangan Umum, Produk Sprei Merk Pulas.
Editor: Agus Warsudi