Ridwan Kamil Dorong Lembaga Swasta di Jawa Barat Gelar Vaksinasi Massal
Karena itu, Emil mengapresiasi pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal di GOR tersebut dan mendorong lembaga-lembaga swasta lainnya di Jabar untuk menggelar kegiatan serupa.
Emil menyatakan, jika vaksinasi massal yang melibatkan semua pihak, termasuk lembaga swasta berhasil, maka kondisi ekonomi pun diyakininya bakal segera pulih.
"Jawa Barat tengah mencari lembaga- lembaga swasta, pihak ketiga yang mau bela negara untuk menjadi panitia vaksinasi massal. Karena kalau ini berhasil seperti ini, maka ekonomi akan cepat pulih. Karena kalau ekonomi pulih, maka bisnis pun akan pulih," tutur Emil.
Emil pun mengapresiasi TNI dan Polri yang juga telah berpartisipasi aktif dalam mendukung vaksinasi massal dengan menyulap gedung-gedung di lingkungan TNI dan Polri menjadi tempat vaksinasi massal.
"Kita sudah hitung minimal kita perlu 40-an gedung besar seperti ini (GOR Arcamanik). Saya doakan kegiatan ini menjadi viral dan inspiratif. Berlomba-lomba dalam kebaikan karena tanpa kebersamaan kita tidak bisa meraih kesuksesan," ucap Gubernur Jabar.
Dalam kesempatan itu, Emil pun kembali mengingatkan masyarakat yang telah menjalani vaksinasi Covid-19, agar tidak bersikap euforia. Pasalnya, kata Emil, antibodi untuk melawan Covid-19 baru akan terbentuk selama 1-3 bulan setelah suntikan kedua.
"Antibodi itu munculnya selama 1 bulan setelah suntikan kedua, maksimalnya 3 bulan. karenanya, tetap terapkan 5 M, tetap jaga jarak dan jauhi kerumunan sampai suatu hari nanti dirumuskan proklamasi kemerdekaan dari Covid oleh presiden. Dari situlah kita bisa lega kembali menatap peradaban," ujar Emil.
Editor: Agus Warsudi