Ridwan Kamil: Data Kemendikbud soal Klaster Covid-19 PTM di 149 Sekolah Belum Valid
Persentase klaster Covid-19 paling tinggi didapati pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMA) sebanyak 4,66 persen atau 16 sekolah dari 343 sekolah. Di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 29 sekolah atau 1,89 persen dan di jenjang Sekolah Dasar (SD) ada 61 sekolah atau 2,14 persen.
Sementara klaster Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdapat 24 sekolah atau 2,15 persen dan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ada sembilan sekolah atau 1,72 persen serta Sekolah Luar Biasa (SLB) terdapat dua sekolah atau 2,06 persen.
Merespons hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meragukan data yang menyebutkan ratusan sekolah di Jabar menjadi klaster penyebaran Covid-19.
"Nah ini yang penting ada temuan Kemendikbud Ristek ada 150 katanya klaster sekolah di Jabar Covid, tapi laporan hari ini dari dinas pendidikan kami (Disdik Jabar) bahwa itu datanya belum valid, sudah dicek ke pusat dari mana datanya itu masih belum terkonfimasi ya," kata Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang digelar virtual, Kamis (24/9/2021).
Lebih lanjut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengakui, idealnya, seluruh siswa yang menjalani PTM sudah divaksin. Namun, kata Kang Emil, surat edaran dari Kemendikbud Ristek tidak mengharuskan siswa divaksin dulu.
"Jadi kami melakukan dua proses secara bersamaan, yang penting dia berada di PPKM Level 3 maka sudah boleh tatap muka walaupun belum divaksin. Tapi kita terus mengupayakan vaksinasi semaksimal mungkin," ujarnya. DICKY WISMARA
Editor: Agus Warsudi