Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sriwijaya Air Jatuh, Ini Kesaksian Nelayan Dengar Suara Keras di Pulau Laki
Advertisement . Scroll to see content

Ridwan Kamil Berduka atas Jatuhnya Sriwijaya Air dan Longsor Cimanggung Sumedang

Minggu, 10 Januari 2021 - 13:29:00 WIB
Ridwan Kamil Berduka atas Jatuhnya Sriwijaya Air dan Longsor Cimanggung Sumedang
Ucapan duka cita Gubernur Jabar Ridwan Kamil di akun media sosial. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Pusat Pengendalian Operasi BNPB menerima informasi terakhir pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB hujan telah reda. Hingga tadi malam, tim gabungan masih melakukan proses pencarian dengan menekankan keamanan dan keselamatan tim. Kebutuhan mendesak saat ini yaitu alat berat untuk memindahkan material longsoran. 

"Intensitas hujan tinggi pada Sabtu (9/1/2021) menyebabkan kejadian bencana di beberapa titik wilayah Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resmi. 

Kabupaten Sumedang, ujar Raditya, termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektare.

Dilihat dari prakiraan cuaca Info BMKG, pada  hari ini (10/1/2021) dan besok, kecamatan Cimanggung masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir. 

"Sedangkan wilayah Provinsi Jawa Barat, terpantau berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," ujarnya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut