Ridwan Kamil Apresiasi Film Before Now and Then, Angkat Bahasa Sunda ke Layar Lebar
"Di tengah gempuran makin melemahnya penggunaan bahasa ibu, kita punya medium berupa film yang membangkitkan lagi semangat kebudayaan, bahwa kita ini memang kaya dengan nilai-nilai identitas," ujarnya.
Kang Emil pun mengaku terharu ketika menonton film yang berlatarkan Indonesia di era 60-an pascakemerdekaan itu. Menurutnya, alunan musik hingga gestur para pemerannya membuat emosi penonton ikut terbawa ke dalam suasana film.
"Secara sinematografi sebagai moviegowers, saya juga sangat terharu. Sinematografinya, musiknya keren banget, saya apresiasi. Sehingga,tanpa bicara pun saya perhatikan emosinya mengalir karena faktor kualitas dari musikalnya juga luar biasa," tuturnya.
Pemprov Jabar pun, kata Kang Emil, mendukung penuh pembuatan produksi film tersebut. Hal itu sebagai komitmen nyata pemerintah dalam memajukan industri film Indonesia di kancah internasional.
"Film ini didukung dari awal oleh Pemda Provinsi Jabar. Kita support berbagai fasilitas karena memang saya sangat ingin tanah Jawa Barat dijadikan lokasi-lokasi syuting. Mau konteks zaman dulu, bangunan heritage juga banyak di Bandung. Alamnya indah, semua ada, termasuk kampung yang masih karuhun di Ciptagelar," katanya.