Resmikan Creative Centre, Ridwan Kamil Harap Pemuda Kota Bogor Lahirkan Karya Mendunia
Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut di antaranya terkait pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, sinkronisasi program ekonomi kreatif, pertukaran data dan informasi ekonomi kreatif, pemanfaatan creative centre, dan aktivasi creative centre.
"Saya titip kepada kepala daerah di kota/kabupaten juga punya badan ekonomi kreatif lokalnya, sebagai dasar hukum lembaga untuk menghimpun ini secara jelas," kata Kang Emil.
Kang Emil mengatakan, pembentukan badan ekonomi kreatif di kabupaten/kota merupakan salah satu upaya untuk mencetak sumber saya manusia (SDM) berkualitas sebagai syarat mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Itu kalau tidak dipersiapkan mayoritas penduduk Indonesia malah jadi beban, bukan jadi mesin negara. Inilah cara generasi kami yang sedang memimpin. Generasi X ini untuk mewadahi lahirnya pondasi gagasan agar kita menjadi bangsa pemenang," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berharap, kehadiran creative centre dapat merangsang milenial dan generasi Z di Kota Bogor untuk terus berkreasi. Dia pun berharap, komunitas di Kota Bogor memakmurkan creative centre tersebut.
"Maka dari itu, kita terus fasilitasi. Selanjutnya ini akan kita dorong untuk memicu berbagai macam kreativitas karena pemerintah hanya memfasilitasi saja," ucap Bima.
"Sekarang fasilitas sudah diberikan, tinggal bagaimana kita harus mengelolanya dengan baik. Pertama, dimulai dari mengisi konten dengan aktivitas yang positif, kedua dijaga dan dirawat bersama," katanya.
Editor: Agus Warsudi