Realisasi Investasi Jabar Tembus Rp72 Triliun, Buka 58.000 Lapangan Kerja Baru
"Mudah-mudahan kondisi ini bisa bertahan sampai akhir tahun karena kami terus mengawal dari minat, perizinan sampai realisasi di lapangan," ucap Kepala DPMPTSP Jabar.
Noneng menyatakan, DPMPTSM Jabar memastikan berbagai daya dan upaya dilakukan agar investasi ke Jabar tetap menjadi juara dibanding provinsi lain. Selain terus melakukan promosi via daring, sistem perizinan pun semakin mudah dan hadirnya kawasan-kawasan investasi baru yang menarik minat investor.
Dari realisasi investasi semester I tahun 2021, terdapat 5 kota/kabupaten dengan realisasi investasi terbesar, yakni Kabupaten Bekasi Rp23,3 triliun, Kabupaten Karawang Rp13,8 triliun, Kota Bandung Rp8,0 triliun, Kabupaten Bogor Rp6,1 triliun, Kabupaten Subang Rp3,8 triliun, dan kota/kabupaten lainnya Rp17,5 triliun.
Guna mendorong realisasi investasi, pada Agustus 2021 ini, pihaknya akan meluncurkan Ekosistem Investasi lewat 4 program unggulan. Pertama, peresmian Gedung West Java Investment Hub (WJIH) setinggi 4 lantai yang akan menjadi sarana dan tempat stakeholder investasi berkumpul. "WJIH akan menjadi tempat pertemuan bisnis, market sounding, sampai pertemuan investor," ujarnya.
Berikutnya, pihaknya akan meluncurkan Nomer Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM di Jabar yang akan memberikan banyak kemudahan dalam berusaha, mulai dari akses perbankan, pertautan antara UMKM dengan investor hingga pengurusan sertifikat halal. "Akan ada juga Cinematograpy of Investment Festival atau Cifest," tutur Noneng.
Cifest ini akan menjadi kompetisi foto dan video bagi UMKM yang sudah siap untuk berhubungan dengan investor sekaligus menjadi ajang UMKM mengembangkan kemampuan digital marketing. "Ini akan mendorong sektor kreatif juga, bahan Cifest ini nantinya akan masuk dalam WJIS 2021," ucapnya.