Rawat Kebangsaan, Bupati Bandung Wajibkan Indonesia Raya Diperdengarkan Setiap Pagi
Dengan instruksi tersebut, Kang DS berharap, spirit kebangsaan yang mulai banyak dipersoalkan belakangan ini bisa tetap terjaga dan terawat dengan baik di Kabupaten bandung. Meskipun, memperdengarkan lagu Indonesia Raya setiap pagi bukan merupakan satu-satunya cara dalam merespons potensi dan ancaman lunturnya semangat kebangsaan.
“Minimal, dengan selalu mendengar lagu Indonesia Raya setiap pagi, ada perasaan dan semangat yang terpancar dari pesan lagu wajib nasional itu untuk selalu cinta Tanah Air dan makin merasa memiliki negeri ini. Negara yang subur makmur dengan sumber daya alamnya yang melimpah ini dulu pernah dipertahankan dengan nyawa, darah dan air mata melalui semangat kebersamaan," kata Bupati Bandung, Selasa (30/11/2021).
Lagu Halo Halo Bandung juga wajib diperdengarkan, ujar Kang DS, karena memiliki sejarah khusus bagi warga Bandung. Ada peristiwa sangat heroik dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan negeri ini dari penjajah. "Ada semangat juang di situ. Ada spirit untuk menjaga Tanah Air. Terdapat spirit untuk merawat kebangsaan dan kebersamaan," ujar Kang DS.
Bupati Bandung menuturkan, di tengah berbagai upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang sedang sungguh-sungguh membangun bangsa ini, rakyat tak boleh lengah. “Jangan berpikir bahwa kita sedang baik-baik saja. Ada berbagai potensi ancaman disintegrasi yang bisa mengoyak semangat kebangsaan,” tutur Bupati Bandung.
Dalam konteks itulah, kata Kang DS, sebagai Bupati Bandung, dirinya merasa punya tanggungjawab moral dan konstitusional untuk menjaga semangat kebangsaan ini agar tidak luntur.
“Ya, setidaknya lagu Indonesia Raya dan Halo Halo Bandung itu mengingatkan bahwa kita punya Tanah Air yang harus dijaga, punya (bendara) Merah Putih dan keanekaragaman yang juga harus dirawat dengan baik,” ucap Kang DS.
Idealnya, ujar Bupati, ketentuan memperdengarkan Lagu Indonesia Raya, khususnya di kantor-kantor pemerintahan, dan swasta setiap pagi itu, berlaku secara nasional. Sehingga, gema dan gaungnya lebih terasa.
Editor: Agus Warsudi