Ratusan Warga di Kaki Gunung Sawal Ciamis Ngungsi Hindari Banjir Bandang
Sementara itu, administratur Perhutani KPH Ciamis Edy Satmoko mengatakan, longsor tanah dan bebatuan tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang menutup bibir sungai dan menggerus lahan sekitarnya.
Sekitar 1,6 hektare lahan milik Perhutani di sepanjang aliran Sungai Panjaleran tergerus debit air yang tinggi. Perhutani masih mendata jumlah kerugian akibat kejadian ini.
"Kami akan mengantisipas longsor tersebut dengan menanam beberapa tanaman yang bisa menahan erosi seperti pohon bambu karena pohon bambu ini cukup baik untuk menahan arus air dan kontur tanah," kata Edy Satmoko.
Pemkab Ciamis mengimbau warga siaga, melakukan ronda malam, dan mencari titik aman. Pemda juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk penanganan bencana alam lebih lanjut.
Editor: Agus Warsudi