Ratusan Perawat Meninggal akibat Covid-19, PPNI Jabar Minta Pemerintah Beri Perhatian
Itu semua dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab profesi meski harus mempertaruhkan kesehatan dan nyawa. Jadi sudah selayaknya nakes sebagai garda terdepan di bidang kesehatan mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Salah satu perhatian yang bisa diberikan penerintah di antaranya dengan memberikan kesempatan karier bagi perawat, tentunya dengan memperhatikan profesionalisme dan kompetensi.
Termasuk misalnya memberikan hibah atau fasilitas tempat bagi kantor sekretariat PPNI. Seperti DPD PPNI KBB yang hingga saat ini belum memiliki kantor sendiri.
"PPNI KBB ini punya 1.900 anggota dan 13 DPK, tapi belum punya kantor sekretariat sendiri, padahal kabupaten/kota lain sudah punya. Semoga ke depan ada kolaborasi dan perhatian dari pemerintah yang memberikan hibah atau program bantuan, karena keberadaan perawat ini sangat penting," ujar Budiman.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI KBB Aditya Duta Tirani mengatakan, saat ini perawat di KBB yang tergabung dalam PPNI belum memiliki kantor sekretariat sendiri.
Itu menjadi pekerjaan rumah untuk dikomunikasikan dengan pemerintah, dewan, dan pemegang kebijakan lainnya agar menjadi perhatian. Mengingat tugas perawat di KBB sangat berat dengan luasnya wilayah pelayanan.
"Tugas perawat di KBB cukup berat, apalagi di saat puncak pandemi Covid-19, ada dua perawat yang meninggal dunia karena Covid-19. Ke depan kami ingin perawat di KBB lebih terperhatikan lagi dan cita-cita DPD PPNI KBB adalah punya sekretariat kantor sendiri," kata Ketua DPD PPNI KBB.
Editor: Agus Warsudi