"Daripada kebablasan, jadi mending dinikahkan saja. Padahal sebenarnya masih bisa diedukasi mengenai dampak jika menikah terlalu dini. Salah satunya bayi yang dilahirkan nanti bisa mengalami stunting. Bahkan, kehamilan di usia sangat muda bisa berisiko ibu meninggal," ujar Felly Lastiawati.
Intip Suasana Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Motif Khas dan Budaya RI
Dia menuturkan, di Kota Bandung terdapat 4 kecamatan dengan angka perkawinan anak cukup tinggi, yakni Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Cibeunying Kidul, dan Coblong. Di Babakan Ciparay terdapat 12 dispensasi perkawinan anak.
Faktornya karena fungsi keluarga yang tidak optimal memberikan pengasuhan kepada anak-anak tersebut. Kemudian, faktor lainnya adalah pendidikan.
6 Jam Pascakejadian, Polisi Tangkap Sopir Pikap Pelaku Tabrak Lari Maut di Jalan Moh Toha Bandung
"Di Babakan Ciparay itu banyak anak yang setelah SMP langsung dinikahkan. Mereka tidak disekolahkan ke jenjang lebih tinggi karena para orang tua menganggap sekolah itu hanya formalitas. Untuk kasus seperti ini, peran sekolah melalui guru Bimbingan Konselin (BK) yang punya tugas besar mengedukasi anak-anak," tutur dia.
Karena itu, kata Felly Lastiawati, DP3A Kota Bandung, aparat kewilayahan, Kantor Kemenag, dan stakeholder secara pentahelix bekerja sama untuk terus menerus mengedukasi masyarakat terkait hal ini.
Warga Bandung hingga Tasik, Catat Hari dan Tanggalnya untuk Audisi KDI 2023!
"Kami juga dibantu oleh Puspaga yang diketuai Umi Oded untuk konseling dan mengedukasi tak hanya dari pelaku anak, tapi juga kepada keluarganya. Pendidikan seks ini penting, jangan dianggap tabu," ucap Felly Lastiawati.
Editor: Agus Warsudi