Puisi Kalaulah Sempat Viral, Tercantum Nama BJ Habibie sebagai Penulisnya
Namun, saat tua seperti ini, dia merasa hampa, ada pilu mendesak di sudut hatinya. Tidur tak nyaman. Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa dan energik yang penuh kenangan.
Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur. Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya. Dari sudut matanya ada air yang menetes, rindu dikunjungi anak-anaknya
Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain. Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan. Sudah terlanjur melemah.
Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak sepanjang waktu. Laki-laki renta itu, barang kali adalah Saya, atau barang kali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti.
Hanya menunggu sesuatu yang tak pasti, yang pasti hanyalah kematian. Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya. Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber-AC.