Proyek PLTS Terapung Investasi UEA Rp1,8 Triliun di KBB Minim Sosialisasi, Masyarakat Resah
"Jangan sampai nanti masyarakat yang jadi korban. Sekarang aja belum ada PLTS Cipeundeuy sudah panas, apalagi kalau ada PLTS, bisa lebih panas lagi," ujarnya
Persoalan lainnya, kata Heri, penggunaan genanangan Waduk Cirata untuk PLTS jangan sampai memberangus total keberadaan kolam jaring apung. "Kalau semua KJA disana dibabat habis, kemana warga mencari penghidupan (kerja). Ya, kehadiran PLTS jangan memunculkan pengangguran baru," tutur Heri.
Ketua Pusat Kajian Politik Ekonomi dan Pembangunan (Puskapolekbang) Jawa Barat Holid Nurjamil mengatakan, investasi yang dikucurkan anak perusahaan PT PLN, yakni PT Pembangkit Jawa-Bali Investasi (PJBi) dengan Masdar, perusahaan BUMN milik UEA, sangat besar.
"Melalui konsorsium PT Pembangkitan Jawa-Bali Masdar Solar Energi (PSME), pembangunan PLTS Terapung di Cirata akan menelan anggaran 129 juta Dolar AS," kata Holid.
Namun sayangnya, kata Holid, besarnya investasi tidak diimbangi dengan sosialisasi masif. Bahkan sejak diluncurkan tahun lalu dan akan dibangun awal 2021, belum ada sosialisasi intensif ke masyarakat. Sehingga publik bisa menilai, apakah pembangunan PLTS ini berwawasan lingkungan atau tidak.
"Masyarakat harus tahu sejauh mana konsorsium PSME mematuhi Paris Agreement terkait konfrensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2015. Selain itu tanggung jawab sosial perusahaan juga harus dilaksanakan jangan asal bangun," ujar Holid.
Editor: Agus Warsudi