Pos Indonesia dan Apeksi Teken MoU untuk Tingkatkan Pelayanan
Nezar menuturkan, selama ini telah dilakukan sejumlah kerja sama antara Kantor Pos dengan pemerintah kota dan SKPD di beberapa kota, antara lain dalam soal penerimaan pajak daerah, Zakat Infak Sadaqah dari Baznas, penyaluran barang untuk bantuan sosial dan juga dana bantuan sosial, kerjasama dengan Dinas kependudukan dan Pencatatan sipil dan distribusi kiriman logistik di beberapa kota di Indonesia.
Nezar berharap bahwa kerjasama antara Apeksi dan Pos Indonesia hari ini akan terus berlanjut dan dapat diimplementasikan dalam bentuk kerjasama antara Pemerintah Kota dengan Kantor Pos di seluruh Indonesia.
“Pemerintah Kota di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan kehadiran 4554 channel Kantor Pos dan kurang lebih 54.900 channel agen pos yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendukung program kerja Pemerintah Kota,” tutur Nezar.
Sementara itu Ketua Desa Pengurus Apeksi Bima Arya Sugiarto mengatakan, di usia ke-21, Apeksi berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota agar mampu lebih profesional dalam mengemban tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat di wilayahnya masing-masing.
“Dengan prinsip kolaborasi, APEKSI akan memperluas dan meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan semua pihak yang memiliki visi yang sama, yaitu untuk kemajuan pemerintah daerah yang mampu menyejahterakan masyarakat,” kata Bima.
Setelah acara penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan webinar bertema "Pentahelix dan Percepatan Pemulihan Ekonomi Kota di Indonesia” yang disiarkan secara virtual. Acara tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dalam rangkaian ulang tahun ke-21.
Nara sumber Philip Vermonte dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Rektor IPB/Ketua Forum Arif Sartria, Staf Ahli Menteri Keuangan Masyita Crystallin, Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho, Karaniya Dharmasaputra dari OVO, serta Radityo Triatmodjo dari Shopee Indonesia.
Editor: Agus Warsudi