Polisi Selidiki Motif Ketua AKAR Bandung Nekat Tusuk Leher dan Perut Sendiri
Saksi Jajang, ujar Kombes Pol Ulung, kemudian menghubungi polisi dan ambulans untuk membawa GB ke rumah sakit. Sedangkan polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.
Selain Jajang, pegawai Humas Pemkot Bandung, penyidik juga meminta keterangan dari S dari satpam Balaikota Bandung. "Saat ini (korban GB) sudah di ruangan ICU Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk mendapatkan pertolongan. Leher dan perutnya terluka. Yang bersangkutan (GB) masih bertahan. Insya Allah tetap sehat. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti sebilah pisau," ujar Kombes Pol Ulung.
Kapolrestabes Bandung menuturkan, penyidik satreskrim menyelidiki motif dan tujuan korban melakukan upaya bunuh diri. "Terkait motif dan maksud tujuan (korban GB melakukan upaya bunuh diri) bagaimana dan apa, Masih dalam penyelidikan dari Satreskrim Polrestabes Bandung," tutur Kapolrestabes.
Disinggung isu aksi nekat GB dipicu oleh kekecewaan dan protes terhadap penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 9 Agustus 2021, Kombes Pol Ulung belum bisa memastikan.
"Kami masih melakukan pendalaman. (Terkait PPKM), sebelumnya kepolisian telah memfasilitasi pertemuan AKAR dan Pemerintah Kota Bandung," ucap Kombes Pol Ulung.