Polda Jabar Siagakan Personel dan Peralatan untuk Antisipasi Bencana Alam di Jawa Barat
Kelima daerah yang telah menetapkan status siaga tersebut, ujar Indra Gustari, memiliki curah hujan yang tinggi dan berpotensi memicu bencana. Daerah siaga itu hampir sepanjang tahun curah hujannya tinggi. Bisa dipastikan tanah berat menahan air hujan dan jenuh sehingga tidak sanggup menampung.
"Sepanjang 2022, curah hujan di lima daerah tinggi dan tidak ada musim kemarau. Karena itu, daerah ini kami sampaikan bisa lebih bahaya (potensi bencana alam)," ujar Indra Gustari.
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar siaga 1 untuk mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Kesiapsiagaan BPBD dan perangkat terkait dalam penanggulangan kebencanaan sangat dibutuhkan.
"BPBD dan perangkat-perangkat yang terkait dengan kebencanaan sudah di-briefing untuk siaga 1 setiap hari," kata Ridwan Kamil di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (10/10/2022).
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu juga mengimbau masyarakat waspada menghadapi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun ini. "Kami berharap tidak banyak kondisi kebencanaan dan korban yang terkait kebencaanaan, makanya tolong waspada," ujar Kang Emil.
Kang Emil memprediksi potensi bencana banjir terjadi di wilayah Jabar tengah ke utara, sedangkan bencana longsor di wilayah Jabar tengah ke selatan.
"Kalau daerah Jabar tengah ke utara potensi banjir tinggi. Kalau dari daerah Jabar ke selatan potensi longsor yang tinggi kan kita pernah kejadian. Desa-desa di Jabar tengah ke selatan mengalami longsor dan menimbulkan korban jiwa," tuturnya.
Editor: Agus Warsudi