Polda Jabar-Bareskrim Polri Bentuk Timsus Penyidik Periksa Ridwan Kamil
"Ternyata (massa) yang mendatangi atau ikut serta dalam rangkaian kegiatan itu sangat besar jumlahnya, kurang lebih 3.000 orang," tutur Kabid Humas.
Sehingga, kata Kombes Pol Erdi, dalam situasi itu yang bersangkutan, Habib Rizieq, diduga melanggar protokol kesehatan. Karena itu, Polda Jabar dan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melakukan penyelidikan.
"Penyelidikan ini ini akan meliputi sejauh mana proses terselenggaranya kegiatan tersebut, ya. Karena itu pejabat pemerintah setempat kami minta klarifikasinya. Mungkin izinnya. Kemudian bagaimana satuan tugas gugus Covid-19 Bogor memonitor atau tidak. Sampai ke pejabat yang terendah RT-RW. Bahkan babinkamtibmas akan kami minta keterangan," kata dia.
Selain peletakan batu pertama Ponpes Alam Agrokultur DPP FPI, ujar Kombes Pol Erdi, banyak acara lain yang dilaksanakan Habib Rizieq di Megamendung. Akibat kerumunan ribuan orang di kawasan itu, menyebabkan kemacetan di kawasan Puncak, Bogor. "Namun saat itu, Polri sudah bekerja, dalam hal memelihara kamtibmas. Acara berjalan lancar," ujar Kombes Pol Erdi.
Satuan Lalu Lintas Polres Bogor sudah melaksanakan kegiatan seperti rekayasa jalan. Kemudian pengalihan arus dan lain sebagainya yang menyangkut kelancaran pengguna jalan. "Kamtibmas juga berjalan lancar, tertib, dan, aman," tutur dia.
Namun, kata Kabid Humas Polda Jabar, dalam kegiatan itu diduga terjadi pelanggaran terhadap protokol kesehatan Covid-19. "Orang-orang yang hadir tidak menerapkan 3M dari mencuci tangan, menjaga jarak, kemudian menggunakan masker," kata Kabid Humas.
Editor: Agus Warsudi