Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PKL Kuliner Jalan Sultan Agung Kota Bandung Ditata, Dibatasi hanya 20 Lapak
Advertisement . Scroll to see content

PKL di Jalan Ahmad Yani Sukabumi Ditertibkan, Pedagang Komplain Lokasi Baru

Senin, 20 Desember 2021 - 17:25:00 WIB
PKL di Jalan Ahmad Yani Sukabumi Ditertibkan, Pedagang Komplain Lokasi Baru
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi ketika meninjau pedestrian Jalan Ahmad Yani setelah menertiban PKL.  (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)
Advertisement . Scroll to see content

Agus juga menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada masyarakat Kota Sukabumi, khususnya para PKL yang tadinya berdagang di sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani. Karena sudah dengan kesadaran tinggi untuk berpindah ke beberapa lokasi lain, dan tidak melakukan aktivitas jual-belinya di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

"Alhamdulilah, kegiatan penertiban kali ini berjalan sangat lancar tanpa adanya gesekan sedikit pun. Hal tersebut juga dikarenakan kesadaran pedagang yang tinggi, sehingga mereka langsung merelokasi lokasi dagangan mereka," ujarnya.

Sementara itu, salah satu PKL, Yadi mengaku telah berjualan selama 21 tahun di Jalan Ahmad Yani. Namun solusi yang diberikan pemerintah terhadap PKL tidak representatif. 

"Lokasinya itu ada di Dewi Sartika, Pasar Degung, dan Pasar Kaum. Namun itu tidak seperti Ahmad Yani, kerena PKL di sini bukan penjual yang dicari orang, tapi hanya penjual biasa sepeti aksesoris HP, tukang tukar mas, jual kopi dan minuman," ujarnya. 

Yadi menambah, jika pindah ke lokasi relokasi yang telah ditetapkan pemerintah, para PKL akan kebingungan karena tempatnya tidak cocok tidak seperti di Ahmad Yani. 

"Pada intinya kami para PKL merasa keberatan dengan pindahnya ke tiga titik relokasi tersebut," ujarnya. 

Para PKL berharap ada solusi dari pemerintah dan adanya penataan seiring pedestrian yang sedang di bangun. "Setelah pedestrian ini selesai, berharap adanya penataan, kita juga bisa menyesuaikan," ucap Yadi.

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut