Pj Gubernur Jabar Tinjau Lokasi Longsor di Pasirlayung, Minta Pemkot Tertibkan Bangunan di Tepi Sungai
Berdasarkan laporan hasil asesmen yang dilaksanakan petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menyebutkan, kronologi peristiwa longsor berawal saat Joni, korban selamat, sekitar pukul 16.20 WIB sedang memancing di Kali Cipamokolan dengan posisi duduk di kirmir bagian bawah.
Sekitar pukul 16.30 WIB, korban melihat ada longsoran kecil di bagian atas tempat memancing. Joni yang menyadari hal itu berteriak dan berlari ke atas.
Tiga korban terseret longsor dan tertimbung kirmir. Dua orang yang tertimpa kirmir bisa di evakuasi dan 1 orang tertimbun cukup dalam. Korban yang berhasil dievakuasi dilarikan ke klinik terdekat dan langsung di rujuk ke rumah sakit.
Tiga korban luka antara lain, Joni (35) warga RT 03/16 Kelurahan Cipamokolan, Cibeunying Kidul. Kemudian Endang (50), warga RT 04 RW 05, Jatihandap, Mandalajati, terluka di kepala, lengan dan kaki kanan, dirujuk ke IGD RS Hermina. Korban luka ketiga, Hendra (40), warga Warga RT 04/05, Jatihandap, Mandalajati, terluka di lengan kanan dan punggung.
Sedangkan korban yang tertimbun tanah cukup dalam akhirnya meninggal dunia. Korban meninggal bernama Aep (30), warga RT 04/05, Jatihandap, Mandalajati.
Selain menelan korban jiwa, tanah longsor ini menyebabkan fondasi Kantor RW 06 terdampak. Fondasi bangunan kantor RW itu tidak stabil. Tinggi longsoran sekitar 10 meter dan panjang sekitar 20 meter.
Saat ini, lokasi kejadian telah ditutup dan dipasangi garis polisi agar tidak dilewati warga. "Saat kejadian, kondisi normal, tidak ada hujan dan air sungai tidak meluap. Tapi sebelum kejadian, kirmir sudah retak dan tanah dibawahnya tergerus air. Akibat kejadian ini, empat orang jadi korban. Satu meninggal, 3 selamat hanya luka-luka," kata Pipin Suherndar.
Editor: Agus Warsudi