Pimpinan Ponpes Gedongan Cirebon Beri Tongkat Kayu dan Tasbih Langka ke Ganjar Pranowo
“Pertama belum ada perguruan tinggi. Padahal potensi dan SDM sangat luar biasa. Yang doktor-doktor, ingin membuka perguruan tinggi dan sekaligus pemikiran dari bapak yang original bagaimana menjadikan perguruan tinggi menjadi role model itu, yang belum ada,” ujar KH Abdul Hayyi Imam.
Sementara, Ganjar Pranowo mengatakan, bahagia karena diterima secara terbuka oleh warga Ponpes Gedogan. Dia menyoroti perbincangan dengan para Kiai seputar pendidikan di pondok pesantren.
“Kami senang karena memulai dari pendidikan. Itu lah yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama bapak ibu sekalian. Kita menghadapi situasi bonus demografi. Anak mudanya banyak, mereka sangat produktif, dan sekarang sudah mulai, bagaimana kita mengelola itu. Karena insya Allah pendidikan kita akan lebih baik,” kata Ganjar.
Ganjar menyatakan, jika akses pendidikan di Indonesia semakin banyak dan mudah didapatkan, akan menghadirkan generasi berpendidikan.
“Saya kira ini lah menjadi perhatian kita semuanya, saya kira dalam sejarah Ponpes sudah cukup banyak contoh-contoh bahwa santri mempunyai kemampuan yang luar biasa,” ujar Ganjar.
Editor: Agus Warsudi