Pilu, ART asal Cianjur Luka Parah Disiksa Majikan di Jakarta Timur
Saat ini, kondisi Rizki sangat memprihatinkan. Selain jalannya pincang, telinga cacat, dan mata kabur, Rizki juga mengalami trauma, baik fisik maupun psikis. Korban pun sering ketakutan dan mimpi buruk.
Bahkan gaji dari bekerja selama enam bulan hanya dibayar kurang dari setengah. Seharusnya Rizki Nuraskia mendapatkan gaji Rp1,8 juta per bulan. Artinya, selama enam bulan bekerja, Rizki seharusnya mendapatkan Rp10,8 juta.
Tetapi setelah enam bulan bekerja mengasuh dua anak majikannya di Jakarta, Rizki hanya menerima gaji Rp2,7 juta. Uang itu lah yang dibawa pulang Rizki ke kampung halaman.
Rizki bisa pulang ke kampung setelah dititipkan di rumah adik majikannya di Kota Depok. Karena tidak ada lagi pekerjaan, akhirnya Rizki pulang. Sampai saat ini, majikan keji yang menyiksa Rizki tidak pernah meminta maaf baik kepada korban maupun keluarganya. "Saya menuntut keadilan dan minta pelaku dihukum seberat-beratnya,"ucap Rizki.

Kepala Desa (Kades) Cibadak Elan Hermawan mengatakan, akan membawa korban Rizki Nuraskia ke RSPAD jakarta untuk pemulihan psikologi dan luka-luka.
"Pemerintah Desa Cibadak akan melakukan pendampingan hukum melalui Asosiasi Tenaga Kerja Cianjur dan melaporkan kejadian ini agar ditindaklanjuti oleh kekepolisian," kata Kades Cibadak.
Editor: Agus Warsudi