Pilu, Anak 10 Tahun di Wanaraja Garut Idap Atresia Ani Sejak Lahir
Kantong kostolomi ini pun masih digunakan hingga kini, karena KA belum menjalani operasi pembuatan anus. Dia menjelaskan, puterinya ini menjalani keseharian layaknya anak-anak lain seperti biasa.
Namun dia membatasi beberapa aktivitas agar KA tak terlalu capek akibat kelainan yang dideritanya. "Seperti biasa kanya sekolah, belajar agama, main sama anak lainnya. Sekarang sudah bersekolah di SD," katanya.
Upaya untuk melanjutkan operasi pembuatan anus bagi KA pun terhambat kondisi ekonomi keluarga mereka. Menurut Kiki Rizkia, keuangan keluarganya menurun sejak pandemi Covid-19.
Kiki yang sebelumnya memiliki karir dan pekerjaan, terpaksa diberhentikan karena perusahaan tempat ia bekerja melakukan kebijakan efisiensi. Hal yang sama terjadi pada usaha suaminya yang merupakan seorang wirausahawan.
"Semua aset kami seperti rumah sebelum tinggal di sini dijual untuk membiayai pengobatan KA. Hingga pada akhirnya kami menunggak tak bisa membayar BPJS mandiri keluarga. Untuk berobat kami kesulitan, karena tunggakan BPJS saja mencapai Rp10 juta," ucapnya.