Petugas Polsek Paseh Jemput dan Antarkan Pulang Warga yang Diduga Jadi Korban Hipnotis
"Saat kebingungan, ibu Dedeh, datang seorang ibu yang diketahui bernama Rosi. Dedeh menceritakan awal mula bisa sampai di Tegallega. Setelah mendengar cerita itu, Rosi membawa korban Dedeh ke rumahnya di RT 07/05, Desa Margahayu," ucap Iptu Idham Chalid.
Setelah lama istirahat di rumah ibu Rosi, ujar Kapolsek Paseh, Dedeh menghubungi suaminya Ridwan di Desa Cipaku untuk meminta agar menjemput agar bisa pulang. "Atas kejadian tersebut diduga ibu Dedeh menjadi korban hipnotis oleh orang yang tidak dia kenal," ujar Kapolsek Paseh.
Kapolsek Paseh Iptu Idham Chalid mengimbau warga tidak membawa perhiasan mencolok dan uang berlebihan saat bepergian agar terhindar dari kejahatan modus hipnotis.
Upayakan tidak melakukan perjalanan seorang diri. Ajak keluarga atau teman untuk menemani. Selalu waspada dan hindarkan melamun. Kondisi paling rentan adalah ketika seseorang lelah atau tidak fokus.
Waspadai tepukan dari orang yang tak dikenal. Berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal. Apalagi yang terlihat sok akrab dan ingin melakukan percakapan secara intens. Waspadai ketika ada kejanggalan terhadap tubuh. Seperti tiba-tiba mengantuk, merasa mual, dan pusing.
"Inti dari sejumlah tips di atas, masyarakat harus tetap fokus dan banyak berdoa saat beraktivitas atau melakukan perjalanan. Apabila dirasa ada yang mencurigakan atau kurang beres, jangan ragu menghubungi petugas kepolisian," tutur Iptu Idham Chalid.
Editor: Agus Warsudi