Petani Majalengka Semringah, Panen Melimpah dan Harga Gabah Tinggi
Disinggung pemasaran, Didi menuturkan, biasa menjual gabah hasil panennya itu langsung kepada bandar, pemilik heleran (pabrik penggilingan).
Para bandar itu biasa mencari gabah ke para petani langsung yang tanaman padi nya sudah mulai masuk panen.
"Banyak dari daerah (Kabupaten) Indramayu, Cirebon. Mereka cari calon pembeli. Jadi begitu selesai panen, langsung diangkut," tutur Didi.
Didi mengaku tidak pernah mendengar informasi adanya pembelian gabah oleh BUMN itu ke para petani.
"Nggak pernah denger. Selama ini mah saya jual hasil panen teh, gitu, ke bandar. Ya, setengah dijual, setengahnya lagi buat makan dan kebutuhan sampai masuk musim tanam lagi, Alhamdulillah terpenuhi," ucap dia.
Didi menggarap padi seluas 1 hektare. Dari luas lahan tersebut, musim panen ini dirinya mendapatkan hasil 5 ton. "Saya juga suka ikut buburuh ke orang lain. Alhamdulillah, tercukupi lah," ujar Didi.
Sementara itu, Ilyas, petani lain, juga bersyukur hasil panen tahun ini cukup bagus. "Iya, alhamdulillah. Nggak ada gangguan wereng, tikus atau hama lain. Alhamdulillah, bagus. Ini nggak di sini aja, di daerah lain juga katanya bagus hasilnya," kata Ilyas semringah.
Editor: Agus Warsudi