Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 30 Mei 2026, Cek Lokasi dan Persyaratan
Advertisement . Scroll to see content

Pesan Dedi Mulyadi di Kongres Muda: Tidak Ada Sukses dengan Mengeluh

Senin, 18 November 2024 - 21:18:00 WIB
Pesan Dedi Mulyadi di Kongres Muda: Tidak Ada Sukses dengan Mengeluh
Cagub Jabar Dedi Mulyadi memberikan wejangan kepada anak muda dalam diskusi Kongres Muda di Kota Bandung yang diinisiasi Partai Perindo, Senin (18/11/2024). (Foto: MPI)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Calon Gubernur (Cagub) Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi berpesan kepada anak muda agar berjuang mewujudkan cita-cita, pantang menyerah, dan kuat menghadapi tekanan.

Hal itu diungkapkan Kang Dedi dalam diskusi Kongres Muda Edisi Jawa Barat Istimewa di Armor Genuine Forest Caffe, Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung.

Kegiatan yang digelar Partai Perindo bersama Menata Indonesia dan PoliticsReborn itu, berlangsung seru, dihadiri ratusan anak muda Kota Bandung dan Jawa Barat, dari kalangan mahasiswa, pegiat komunitas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga pelajar SMA.

Kang Dedi menceritakan latar belakang keluarganya. Kang Dedi lahir dari keluarga sangat sederhana. Ayah pensiunan TNI berpangkat Prajurit Kepala (Praka) dan ibu hanya mengurus rumah tangga yang memiliki sembilan anak.

"Saya membeli domba dari menjual cincin yang diperoleh saat dikhitan umur 5 tahun. Waktu itu, ibu saya bertahan membeli cincin daripada menuruti kemauan saya membeli sepeda. Kalau ibu saya mengalah, tentu saya tidak akan menjadi seperti saat ini," kata Kang Dedi yang hadir sebagai keynote speaker dalam acara itu.

Dari cincin itu, akhirnya membeli domba. Karena memelihara domba, setiap hari Dedi pergi ke sawah mencari belalang. Kemudian mencari rumput dan kayu bakar untuk memasak di rumah.

Saat sekolah dasar (SD), Kang Dedi tidak pakai sepatu dan seragam. Baju SD yang dikenakan pun belel. Kalau kancingnya terlepas, Kang Dedi menggantinya dengan kancing yang didapar dari mana saja. Sehingga, kancing baju seragam Kang Dedi warna warni.

"Sambil sekolah, saya jualan es yang diambil dari tetangga. Hasilnya dikumpulkan untuk biaya sekolah," ujarnya.

Masuk SMP, jarak dari rumah 10 kilometer (km), Kang Dedi membbeli sepeda untuk ke sekolah dengan menjual domba. "Jadi strugle. Apakah saya minder? Tidak. Mereka pinter matematika, saya pinter ngomong. Temen saya pinter bahasa Inggris, saya pinter bahasa Sunda. Kalau ulangan bahasa Sunda saya bisa, mereka enggak bisa," tutur Kang Dedi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut