Perkuat Rebana dan Jabar Selatan, Ridwan Kamil Bangun Proyek Bernilai Rp300 Triliun
Pihaknya juga terus mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar agar mampu meraih pendapatan melebihi target APBD.
"Kami selalu push Bapenda jangan sesuai atau sama dengan APBD yang diketok palu karena ekonomi lagi bagus maka pendapatan harusnya naik. Saya dorong pendapatan melebihi dari yang sudah disepakati secara politis," katanya.
Ridwan Kamil mengaku, masih optimistis bahwa pasar investasi di Jabar akan tetap dilirik calon investor meskipun kondisi perekonomian dunia sedang krisis.
"Justru itu, di luar itu duitnya nganggur jadi ada dua dampak. Dampak negatif pesanan barang turun, maka ada PHK, tapi dikompensasi dengan tingginya investasi. Jadi saya imbau yang kena PHK melamar ke industri baru yang telah kami bawa Rp175 triliun itu," ucap Gubernur Jabar.
"Kalau di sana krisis berarti tidak bisa belanja, makanya saya kedatangan orang banyak duit karena negaranya resesi, tapi duitnya ada. Maaf ya seperti di Bali selama krisis orang bangun vila hampir 1.000-an siapa yang beli? Orang Eropa," ujar Kang Emil.
"Artinya apa? Duitnya ada di sana tidak bisa belanja, larinya ke Indonesia, Jabar juga akan merayu itu. Jadi makanya bikin sekolah di sini, bikin macam-macam di sini dibanding di sana tidak menguntungkan," tutur dia.
Editor: Agus Warsudi