Perajin Layangan Legendaris Kabupaten Bandung, Tetap Semangat meski di Usia Senja
"Sekarang kebanyakan membuat layang-layang jabrugan (layang-layang biasa buat anak-anak). Tapi tetap bikin layang-layang spesial untuk diadu," kata Atay saat ditemui di tempat produksinya, Rabu (11/10/2023).
Menurut Atay, perbedaan antara layang-layang biasa dengan adu terletak pada kerangka. Kualitas kerangka layang-layang adu, kata dia, lebih baik dari yang biasa.
"Kalau layangan adu kualitasnya lebih bagus. Ukurannya sih sama. Layang-layang adu rangkanya rata, jarang ada yang berat sebelah," ujar Atay.
Atay mengaku memulai usaha pembuatan layang-layang sejak tahun 1970-an. Awalnya, dia bekerja sebagai penjahit. Karena hobi, Atay pun beralih profesi menjadi perajin layang-layang.
"Dulu suka main layang-layang di Pasar Baru sekitar tahun 70-80-an. Waktu itu Pasar Baru belum dibangun. Banyak yang main layang-layang di atasnya," kata Atay.