Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sukabumi Geger Penemuan 3 Mayat Pria di Lokasi Berbeda, Tak Ada Tanda Kekerasan
Advertisement . Scroll to see content

Pengusutan Kasus Dugaan Penyelewengan Gas Elpiji 3 Kg di Sukabumi Dipertanyakan

Rabu, 18 Mei 2022 - 14:28:00 WIB
Pengusutan Kasus Dugaan Penyelewengan Gas Elpiji 3 Kg di Sukabumi Dipertanyakan
Pengusutan kasus dugaan penyelewangan penyaluran gas elpiji 3 kg bersubsidi di Sukabumi belum tuntas. (FOTO: ISTIMEWA/ILUSTRASI)
Advertisement . Scroll to see content

SUKABUMI, iNews.id - Pengusutan kasus dugaan penyelewengan penyaluran gas elpiji 3 kilogram (Kg) bersubsidi di Kabupaten Sukabumi, dipertanyakan. Sampai saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi belum menetapkan tersangka dalam kasus itu.

Kasus yang melibatkan agen PT Arthajatra 45 dan beberapa agen lain yang sudah diperiksa oleh Kejari Cibadak Sukabumi belum membuahkan hasil berarti. Bakan, sampai saat ini belum ada perkembangan apapun terkait pengusutan kasus itu.

Bahkan, pascapemeriksaan maraton kepada puluhan agen gas 3 kilogram yang digelar Kejari Kabupaten Sukabumi pada awal Januari 2022 lalu, tidak jelas kelanjutannya.

Organisasi kemasyarakatan (ormas) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat-IB) angkat bicara terkait lambannya pengusutan kasus itu. Ormas Pekat IB segera melayangkan surat audiensi ke Kejari Kabupaten Sukabumi untuk mendesak penuntasan kasus dugaan penyelewengan penyaluran gas elpiji 3 kg tersebut.

"Insya Allah Minggu depan kami segera melakukan audiensi untuk mempertanyakan kesungguhan Kejari Kabupaten Sukabumi sebagai institusi hukum yang memiliki otoritas penuh dalam menegakkan supremasi hukum, menuntaskan kasus itu,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ormas Pekat-IB Kabupaten Sukabumi Sadam Husen kepada MNC Portal, Rabu (18/5/2022).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut