Pengunjuk Rasa Anarkistis di Depan Gedung DPRD Sukabumi Dipukul Mundur Brimob
Simulasi, ujar AKBP Maruly Pardede, dilaksanakan sesuai Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Tujuannya memastikan seluruh petugas mengetahui prosedur dan tindakan yang dilakukan saat kerawanan terjadi.
“Tadi sudah disampaikan oleh pak bupati bahwa tahapan tahapan ini sudah terlihat sangat rill, memang kita meminta untuk dilaksanakan seperti hal terjadi sebenarnya. Jangan sampai pada saat latihan tak siap atau tidak serius sehingga saat terjadi kontigensi kita tidak tahu,” ujar AKBP Maruly Pardede.
“Siapa berbuat apa, bertanggung jawab kepada siapa, harus jelas. Kami minta ini (simulasi) dilaksanakan dengan serius dengan simulasi bahwa ini benar benar terjadi di kantor DPRD Kabupaten Sukabumi dan hasilnya Alhamdulillah. Kami yakin unsur Forkompimda berpandangan Polres Sukabumi, TNI dan pemerintah daerah siap memberikan jaminan keamanan jika terjadi kontigensi di pemilu 2024. Namun harapannya itu tidak terjadi,” tutur Kapolres Sukabumi.
Sementara Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol Yuri Karsono mengatakan, sispamkota yang dilaksanakan Polres Sukabumi dinilai sangat luar biasa. Polres Sukabumi siap menciptakan pemilu aman dan kondusif.
“Ini sangat luar biasa. Tidak terlihat seperti latihan atau samulasi. Sispamkota terlihat asli,” kata Dansat Brimob Polda Jabar.
Kombes Pol Yuri Karsono menyatakan, 2023 ini sudah memasuki tahun politik. Karena itu, segala kemungkinan yang akan terjadi harus diantisipasi sedini mungkin.
"Walaupun persiapan pengamanan kota di Kabupaten Sukabumi jelang Pemilu 2024 ini sudah sangat baik, tetapi harus terus diantisipasi lebih jauh agar pesta demokrasi berjalan aman, damai, dan kondusif," ujar Kombes Pol Yuri Karsono.
Editor: Agus Warsudi