Pengendara Xpander Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Maut di Cibeureum Sukabumi
Saat ini, tutur Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, penyidik masih melakukan koordinasi bersama ATPM Mitsubishi dari Jakarta terkait pemeriksaan fungsional mesin yang menyebut secara keseluruhan dari fisik mesin bekerja masih cukup baik.
"Namun ada yang namanya airbag ECU, ini yang memerlukan waktu kurang lebih sekitar 2 bulan dan itu harus dikirim ke produk atau produsen langsung yang membuatnya di Jepang. Hasilnya itu bisa sampai mencapai 2 bulan," tutur Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi.
Ipda Jajat Munajat mengatakan, airbag ECU merupakan alat yang merekam peristiwa terakhir pada kendaraan tersebut. Salah satunya tentang saat menginjak rem atau kedalaman pedal saat rem tersebut diinjak.
"Kemudian kecepatan 5 detik terakhir, putaran mesin 5 detik terakhir di antaranya hal-hal yang paling penting adalah itu. Jadi mungkin salah satu pembuktian kami terbentur dengan jumlah waktu yang diperlukan untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan hal tersebut," ucap Ipda Jajat Munajat.
Adapun kondisi pengemudi, ujar dia, keterangan yang didapat dari dokter, statusnya masih dalam perawatan di rumah sakit. Namun secara fisik sudah berangsur membaik, hanya tinggal psikisnya yang masih turun naik.