Peneliti ITB Terapkan Teknologi Nano dalam Baterai Litium, Hasilnya Lebih Joss
Afriyanti mengatakan, dibuktikan melalui penelitian bersama tim, penerapan teknologi nano pada baterai mampu mempersingkat waktu pengisian baterai.
"Hal ini dapat dicapai karena nanomaterial membuat jarak tempuh perpindahan ion dapat diperpendek sehingga waktu perpindahan ion pun lebih singkat saat berdifusi," ucap Afriyanti.
Selain itu karakteristik material nano yang memiliki luas permukaan yang besar membuat proses penyerapan ion pada baterai dapat berlangsung lebih cepat. Secara termodinamika, memperkecil material dapat mengubah potensial terjadinya reaksi pada baterai.
Teknologi nano pun membuat baterai lebih tahan secara fisik dan tidak mudah bocor. Dengan memperkecil material, Afriyanti mengatakan, kapasitas baterai dapat meningkat.
Material yang memiliki kapasitas tinggi dan dapat diterapkan sebagai anoda adalah material silicon (Si) yang memiliki kapasitas hingga 10 kali lebih besar daripada grafit yang saat ini digunakan sebagai anoda baterai.
Namun kelemahan dari silikon adalah mudah pecah saat menyerap banyak litium. Karena itu penelitian Arfiyani dan tim, membuat suatu rekayasa silikon dengan melakukan polymer coating pada silikon berupa Si-poluaniline nanowire.
"Penelitian ini membuahkan hasil berupa baterai yang mampu bertahan hingga 350 cycle dan bisa digunakan pada arus listrik tinggi. Kendati demikian, pengembangan atas penelitian tersebut tetap harus dilakukan untuk lebih mengoptimalkan teknologi nano dalam baterai," ujarnya.
Editor: Agus Warsudi