Pemuda Ngamprah KBB Sukses Berkat Old Sundanese Snack, Omzet Ratusan Juta per Bulan
Selain dibuat dari bahan berkualitas, Irfan juga mengemasnya dengan kemasan cantik. Untuk pemasaran, dia memiliki distributor di beberapa kota besar. Seperti, Sumedang, Malang, Surabaya, dan Batam.
"Jajanan Sunda jadul ini, selain bisa disantap sebagai pengganti kerupuk atau sebagai camilan juga akan lebih nikmat jika disantap dengan nasi," kata Irfan ditemui di rumah produksi, Selasa (17/1/2023).
Irfan menyatakan, usaha camilan dengan konsep sundanese snack bukan sekedar mencari cuan, melainkan untuk memperkenalkan kaum milenial/ terhadap makanan jadul Sunda dengan kemasan instan.
"Sundanese snack bukan hanya digemari masyarakat lokal, tapi sudah tembus ke berbagai negara lain. Seperti Taiwan, Hongkong, Jepang, dan Korea. Omzet mencapai Rp200 juta-Rp300 juta per bulan," ujar Irfan.
Sementara itu, Ayu Trianingsih, pembeli mengatakan, camilan ini cocok dinikmati dalam suasana apa pun. Apalagi suansa perkampungan Sunda yang sejuk dan asri.
"Tadi aku ngerasain emplod yang kriuk banget dan superpedas. Tapi enak, gurihnya dapet. Terus batagor kuah korea. "Batagornya khas Sunda, kuahnya dari Korea. Cocok banget. Harganya juga terjangkau," kata Ayu Trianingsih.
Editor: Agus Warsudi