Pemprov Jabar Terapkan Proaktif Tes Virus Korona kepada Orang Dalam Pemantauan
Diketahui, hingga tanggal 12 Maret 2020, total ODP di Jabar mencapai 653 orang. Sebanyak 257 orang di antaranya telah selesai dipantau. Sementara total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jabar mencapai 63 orang dan 36 orang di antaranya telah selesai diawasi.
“Jadi definisi dipantau itu adalah orang yang tidak di ke rumah sakit tapi punya histori berdekatan dengan yang PDP. Semua yang dicurigai berhubungan dengan yang PDP akan dites sesuai izin dari pemerintah pusat,” katanya.
“Dengan proaktif tes ini kita akan lihat kalau hasilnya negatif, ya, bagus. Tapi, kalau ternyata banyak positif, maka atas izin dari DPRD kita ada konsep Social Distancing yaitu mengurangi pergerakan-pergerakan sosial yang selama ini jadi arahan WHO,” katanya.
Ridwan Kamil menekankan kepada masyarakat Jabar agar waspada tapi rasional. Dia memastikan Pemprov Jabar akan merespons dampak Covid-19 dengan terukur. Apalagi, saat ini umat Muslim akan menghadapi bulan Ramadan dan pergerakan orang akan semakin banyak. “Jadi, harus waspada, tapi rasional, karena kita juga tidak ingin ekonomi tiba-tiba berhenti,” katanya.
Selain menerapkan proaktif tes untuk ODP, Pemprov Jabar akan menguatkan sistem rumah sakit. Salah satunya menambah jumlah rumah sakit rujukan virus korona di lini dua menjadi 27 unit dan menyalurkan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis di Jabar.