Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahan Baku Terus Naik, Perajin Tahu di Bandung Masih Ragu Naikkan Harga
Advertisement . Scroll to see content

Pemprov Jabar Lakukan Ini untuk Atasi Masalah Harga Kedelai Mahal

Selasa, 18 Oktober 2022 - 17:47:00 WIB
Pemprov Jabar Lakukan Ini untuk Atasi Masalah Harga Kedelai Mahal
Kadisperindag Iendra Sofyan menyatakan, Pemprov Jabar melakukan beberapa langkah menyikapi kenaikan harga kedelai yang berimbas pada harga tahu dan tempe, Selasa (18/10/2022). (FOTO: AGUNG BAKTI SARASA)
Advertisement . Scroll to see content

"(LCS) ini dikembangkan BI dan dikerjasamakan dengan sejumlah negara seperti Jepang, China, Hongkong bahkan Thailand. Sehingga jika terjadi perdagangan luar negeri, kita gunakan mata uangnya itu negara yang dikerjasamakan, tidak tergantung dolar. Kan sekarang dolar naik semuanya ikut naik. Nah, LCS yang akan kita dorong untuk Indonesia," ujar Iendra Sofyan. 

Sebelumnya diberitakan, perajin tahu  dan tempe di Jabar dipastikan batal menggelar aksi mogok massal. Mereka memilih membatalkan akai tersebut dan berencana menaikkan harga jual tahu dan tempe. 

Hal itu berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Paguyuban Tahu Tempe Jabar per 12 Oktober 2022. Dalam surat edaran itu disebutkan pembatalan aksi mogok produksi yang sedianya akan digelar pada 17 hingga 19 Oktober 2022. 

"Sehubung dengan banyaknya kontroversi dalam keputusan mogok produksi tahu dan tempe, demi menjaga kerukunan antara para perajin tahu dan tempe, maka dari itu kami Sebagai pengurus Paguyuban Tahu dan Tempe memutuskan membatalkan rencana mogok produksi pada 17 hingga 19 Oktober 2022 mendatang," tulis Ketua Paguyuban Tahu Tempe Jabar M Zamaludin, Jumat (14/10/2022). 

Atas pembatalan tersebut, dia meminta para perajin tahu dan tempe di Jabar untuk tetap berproduksi seperti biasanya. Namun, dia menyerukan agar para perajin menaikkan harga jual tahu dan tempe.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut