Menurut Jafar, susu mengandung protein yang sama baiknya dengan telur. Selain itu, kata dia, susu dengan metode pengawetan Ultra High Temperature (UHT) dapat bertahan 6 bulan sampai dengan 9 bulan.
"Ada sembilan daerah di Jabar sebagai penghasil susu, seperti Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan kabupaten Sukabumi. Saat pendistribusiannya pun aman," ucapnya.
Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar Dedi Setiadi mengatakan, sekitar 16 koperasi susu dan 17.428 peternak sapi perah terlibat dalam penyediaan komoditas susu dalam bansos provinsi tahap dua.
"Populasi sapi dari peternak sapi perah di Jabar yang tergabung dalam Koperasi Susu mencapai 65.416 ekor dengan jumlah produksi susu per hari sekitar 495.000 liter," kata Dedi.
Jabar, kata Dedi, menjadi salah satu provinsi pemasok susu sapi nasional. Kualitas susu sapi Jabar pun sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) karena berstatus super special grade.
Dengan masuknya susu menjadi komoditas bansos provinsi, tingkat konsumsi susu masyarakat Jabar akan meningkat. Selain itu, peternak sapi perah mendapatkan tiga kepastian, yakni kepastian membayar, kepastian harga tidak melonjak, dan kepastian penyerapan susu.
"Susu Jabar untuk masyarakat Jabar. Saya kira program dari Pak Ridwan Kamil (Gubernur Jabar) harus diapresiasi karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya peternak perah sapi di Jabar," katanya.
Editor: Faieq Hidayat