Pemkab Indramayu-Bulog Salurkan Bantuan Pangan Beras Tahap 2 ke 227.432 KPM
"Jika masyarakat ada yang mendapatkan beras dengan kondisi kurang baik, dapat ditukarkan di Gudang Bulog dalam tenggang waktu 2 x 24 jam agar diganti beras baru," ujar Ilhamsyah.
Sementara, Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan, penyaluran cadangan pangan pemerintah ini merupakan upaya untuk menangani kerawanan pangan, kemiskinan, stunting, gizi buruk, keadaan darurat, melindungi produsen dan konsumen serta mengendalikan inflasi di Kabupaten Indramayu.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), ujar Nina Agustina, satu di antara komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah beras. Secara khusus, penyebab kenaikan inflasi beras diakibatkan oleh melambungnya harga gabah, baik kering giling maupun kering panen.
“Jumlah produksi beras saat ini relatif terbatas karena sudah melewati masa panen pada bulan Juli lalu. Kenaikan harga perlu dimitigasi terutama di tengah musim kemarau panjang atau el-nino yang berpotensi menganggu produktivitas padi,” kata Bupati Indramayu.
Nina Agustina menyatakan, dalam satu tahun ini penyaluran cadangan pangan pemerintah dilakukan dua tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada April-Juni 2023, dan tahap kedua dilaksanakan September sampai November 2023.
"Jenis pangan yang disalurkan yakni berupa beras sebanyak 10 kilogram per KPM, yang disalurkan kepada penerima bantuan di tahap satu sebanyak 261.137 KPM. Untuk saat ini di tahap kedua sebanyak 227.432 KPM dengan total beras dari dua tahap tersebut yaitu 14.657 ton," ujar Nina.
Editor: Agus Warsudi