Pembunuhan Berantai di Cianjur, Istri Keempat Wowon Tak Sangka Suaminya Keji
Selama pelaku berada ada di rumah, tutur IS, tidak pernah terlihat hal-hal aneh. Namun pelaku Wowon memang sering bersama Solihin, tersangka pelaku, yang masih ada ikatan keluarga. "Setiap hari juga pulang ke rumah. Dia berangkat kerja malam, pulang subuh jam lima. Dari pagi sampai sore di rumah, nganter anaknya sekolah," tutur IS.
Selain lubang di samping rumah, tutur dia, ada dua lubang lain yang berisi dua jenazah. Berdasarkan informasi polisi, lubang tersebut digunakan untuk mengubur mantan istri dan mertua Wowon dari cimahi.
Selain empat jenazah, dari hasil pengembangan dan penggalian para korban, petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti, cangkul, linggis, dan perkakas lain. Petugas juga membawa semua jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
Diketahui, hasil penyelidikan, kasus keracunan Ai Meumunah, Ridwan, dan Riswandi yang terjadi di Kampung Ciketing, Bantargebang, Kota Bekasi diduga kuat akibat dibunuh menggunakan racun. Polisi telah menangkap tiga pelaku pelaku pembunuhan.
Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan, dari hasil penangkapan pelaku, Ditreskrimum Polda Metrojaya melakukan pengembangan hingga akhirnya terungkap empat korban lain yang dibunuh, dikubur di dalam rumah pelaku di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur.