Pembangunan Metropolitan Rebana Diproyeksi Masuk dalam RPJMD Provinsi Jabar 2018-2023
Direktur Dana Transfer Umum Kemenkeu RI Andriyanto mengatakan, Metropolitan Rebana diharapkan dapat menajamkan belanja-belanja produktif untuk mendukung dunia usaha. Kebijakan pendapatan asli daerah (PAD) pun, harus diperhatikan dalam upaya menciptakan lingkungan kondusif untuk investasi.
Menurut Andriyanto, pengembangan Metropolitan Rebana dapat mempercepat belanja dari APBD karena menurut data Kemenkeu per September 2020, realisasi belanja Provinsi Jabar berada di angka 40,19 persen. "Masih terbilang rendah dibandingkan rata-rata nasional agar (Jabar) segera melaksanakan percepatan belanja,” kata Andriyanto.
Sementara itu, Ketua Program Studi SAPPK Institut Teknologi Bandung (ITB) Ridwan Sutriadi mengusulkan agar Metropolitan Rebana juga menghasilkan industri berbasis ketahanan pangan berkelanjutan. "Produknya berkualitas baik sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat lokal,” kata Ridwan.
Di era transisi generasi tua ke muda serta perkembangan dunia digital, ujar dia, kota dan desa sama pentingnya untuk dibangun. Oleh karenanya, Provinsi Jabar harus mempu melihat perubahan global setelah pandemi COVID-19, di antaranya perubahan megatrend teknik. "Phisical distancing perlu disikapi dengan pergeseran infrastruktur fisik ke infrastruktur digital," katanya.
Editor: Agus Warsudi