Pembalap Legendaris Indonesia asal Cimahi Dapat Tiket Gratis Nonton MotoGP Mandalika
Prestasi terbaik Tjetjep adalah meraih juara ketiga di kejuaraan balap international Grand Prix Macau 1970. Namun, langkah Tjetjep untuk mengukir prestasi lebih gemilang kandas setelah mengalami kecelakaan berat saat melaju di Sirkuit Shah Alam atau Sirkuit Batu Tiga Malaysia pada 1974.
Tjetjep mengalami cedera serius di kedua kakinya. Bahkan saat itu, tubuh Tjejep harus dibawa menggunakan helikopter untuk mengurangi risiko cedera lebih parah. Akibat insiden tersebut, Tjetjep tak bisa berjalan.
Akhirnya Tjetjep terpaksa memutuskan gantung helm atau pensiun sebagai seorang pembalap pada usia 35 tahun. Kini foto-foto saat Tjetjep masih muda dan mumpuni sebagai pembalap motor menghiasi dinding ruang tamu rumahnya.
Editor: Agus Warsudi