Pasutri Pengebom Katedral Makassar Tulis Surat untuk Orang Tua, Pamit Mati Syahid
Kapolri juga menyatakan hingga saat ini sudah ada empat tersangka yang diamankan dan mereka diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri. Sigit mengatakan empat tersangka itu satu kajian dengan dua pelaku.
"Perkembangan sampai hari ini sudah diamankan empat tersangka yaitu AS, SAS, MR, dan AA, masing-masing memiliki peran. Mereka bersama-sama dengan L dan YSF berada dalam satu kelompok kajian, memiliki peran memberi doktrin dan mempersiapkan rencana jihad," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Fakta mengejutkan diungkap Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku pasangan suami istri (pasutri) berinisial L dan YSF ternyata dilatih merakit bom secara online.
Usia pasangan teroris yang tewas dalam bom bunuh diri tersebut pun terbilang masih muda. Mereka kelahiran 1995 atau baru berusia sekitar 26 tahun. Mereka baru menikah selama enam bulan.
Fakta teroris L dan YSF yang tergabung dalam kelompok jaringan teroris Jamaah Asharut Daullah (JAD) itu mahir merakit bom setelah mendapatkan pelatihan secara online, diungkap oleh Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.
"Mereka ini kelahiran tahun 1995. Mereka ini kalangan milenial. Mereka belajar merakit bom lewat pelatihan online yang diajarkan seniornya," kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy di Kota Makassar, Sulsel, Senin (29/3/2021).
Dari hasil penyelidikan, mereka belajar merakit bahan peledak dan bom dari pelatihan online yang diajarkan seseorang. Pelaku laki-laki berinisial L kemudian membuat sendiri bom tersebut.
Editor: Agus Warsudi