Pascapembacokan Kiai Muda Indramayu, 2 Korban Membaik, Istri Gus Farid Dirawat Intensif
Setelah itu terduga pelaku langsung keluar rumah. Namun, tidak lama kemudian terduga pelaku kembali ke dalam rumah sambil membawa sebilah arit atau sabit dan menganiaya Nyai Annah. Bacokan arit mengenai kepala Nyai Annah.
Mengetahui kejadian itu kedua santrinya yang saat itu menemani Nyai Annah langsung keluar rumah lewat pintu samping sambil membawa bayi dan meminta tolong kepada santri yang berada di luar.
Setelah melukai Nyai Annah, terduga pelaku Sakrodin berpapasan dengan Muhammad Haka. Pelaku pun menyabetkan aritnya ke arah keponakan Gus Farid itu. Haka pun terluka di tangan kanan.
Kemudian, pelaku berlair menuju mushola yang tidak jauh dari ponpes. Dia masuk ke dalam mushola lewat pintu depan, lalu membacok Gus Farid yang duduk di baris paling depan zikir bersama masyarakat sekitar.
Melihat kejadian tersebut, masyarakat yang sedang melaksanakan zikir bersama Gus Farid pun tidak tinggal diam. Mereka menangkap pelaku. Setelah itu menghubungi kantor kepolisian Sektor Krangkeng.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sakrodin, pelaku pembacokan, merupakan warga Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Indramayu. Tersangka Sakrodin bekerja sebagai kuli serabutan dan dikenal pendiam.
Akibat aksi brutal Sakrodin, tiga korban mengalami luka bacok di bagian tangan, leher, dan kepala akibat sabetan senjata tajam jenis arit.
Editor: Agus Warsudi